Rabu, 06 April 2011

Kepiting Marah

Setelah tahu akan kedengkian kepiting yang membawa kepada kematiannya sendiri, tahukah juga Anda bahwa sifat kepiting yang lain adalah pemarah? Dan hal itu pun membawa kehancuran di dalam hidupnya.

Tahukan Anda bagaimana cara orang biasanya memancing kepiting? Hanya dengan menggunakan sebatang bambu lalu mengikatkan tali ke batang bambu itu. Di ujung lain tali itu kami mengikat sebuah batu kecil. Lalu kami mengayun bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting yang kami incar. Kami mengganggu kepiting itu dengan batu, menyentak dan menyentak agar kepiting marah. Dan kalau itu berhasil maka kepiting itu akan ‘menggigit’ tali atau batu itu dengan geram. Capitnya akan mencengkeram batu atau tali dengan kuat sehingga kami leluasa mengangkat bambu dengan ujung tali berisi seekor kepiting gemuk yang sedang marah.

Kami tinggal mengayun bambu dengan perlahan agar ujung talinya menuju sebuah wajan besar yang sudah kami isi dengan air mendidih karena di bawah wajan itu ada sebuah kompor dengan api yang sedang menyala. Kami celupkan kepiting yang sedang murka itu ke dalam wajan tersebut. Seketika kepiting melepaskan gigitannya dan tubuhnya menjadi merah. Tak lama kemudian kami bisa menikmati ‘Kepiting Rebus’ yang sangat lezat. Kepiting itu menjadi korban santapan kami karena kemarahannya. Karena kegeramannya atas gangguan yang kami lakukan melalui sebatang bambu, seutas tali dan sebuah batu kecil.

Kita sering sekali melihat banyak orang jatuh dalam kesulitan, menghadapi masalah, kehilangan peluang, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan segalanya karena MARAH. Jadi kalau Anda menghadapi gangguan, baik itu batu kecil atau batu besar, hadapilah dengan bijak. Redam kemarahan sebisa mungkin. Lakukan penundaan dua tiga detik dengan menarik napas panjang. Kalau perlu pergilah ke kamar kecil, cuci muka atau basuhlah tangan dengan air dingin agar murka Anda mereda dan Anda terlepas dari ancaman ‘wajan panas’ yang bisa menghancurkan masa depan Anda.

Kupu-Kupu Dan Kaktus

Suatu ketika seorang lelaki mohon kepada Tuhan sekuntum bunga dan seekor kupu-kupu namun Tuhan malah memberinya sebonggol kaktus …. dan seekor ulat.

Alangkah sedihnya lelaki itu, ia tak mengerti kenapa permintaannya keliru. Pikirnya, “Oh, Tuhan masih banyak tugas mengurus orang-orang lain …”. Dan dia memutuskan tidak akan mempertanyakannya lagi.

Setelah beberapa waktu, si lelaki memeriksa kembali permintaan yang telah lama dilupakannya. Betapa terkejutnya dia, dari sebonggol tanaman kaktus berduri dan jelek itu tumbuhlah sekuntum bunga yang elok. Dan ulat yang menjijikkan telah berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik.

TUHAN selalu melakukan yang terbaik! Cara-NYA SELALU paling baik, walaupun bagi kita kelihatannya tidak baik. Jika Anda memohon sesuatu kepada Tuhan dan ternyata yang diterima berbeda, PERCAYALAH!! Yakinlah bahwa DIA akan selalu memberikan kebutuhanmu pada saat yang tepat.

Apa yang Anda inginkan …tidak selalu sesuai dengan kebutuhan! Tuhan takkan pernah serta merta mengabulkan doa kita. Teruslah khusuk berdoa untuk-NYA tanpa ragu dan menggerutu. Hari ini PENUH ONAK BERDURI …. Esok akan menjadi BUNGA yang INDAH!

GOD GIVES THE VERY BEST TO THOSE WHO LEAVE THE CHOICES UP TO HIM!

Sumber : jawaban.com

Bermain Dengan Ikan

Ini adalah kisah seorang anak laki-laki kecil yang ingin bermain dengan ikan peliharaannya. Anak ini mengulurkan tangannya ke dalam akuarium, menangkap ikan yang menggelapar-gelepar di tangannya dan ia menaruh ikan itu di lantai, tepat disampingnya. Lalu anak itu kembali bermain dengan mobil-mobilannya yang berserakan di lantai. Ia begitu asik main hingga lupa dengan ikannya yang ditaruhnya di lantai. Beberapa menit kemudian ia teringat akan ikannya itu, dan ketika ia berpalinga ia melihat ikan tersebut sudah tak bergerak bahkan ketika ia menyentuhnya. Dengan ketakutan, anak tersebut menghampiri ibunya sambil membawa ikan tersebut di tangannya.

Ketika si ibu melihat ikan tersebut, dengan cepat ia mengambilnya dan menaruhnya kembali di akuarium. Tetapi terlambat, ikan tersebut sudah mati dan mengapung di air. Anak tersebut melihat ikan tersebut sambil menangis. Ketika ibunya bertanya pada anak tersebut apa yang sudah terjadi dengan ikan itu, dengan lugu ia menjawab, “Ah, kami bermain bersama di lantai, waktu kulihat lagi ia sudah tidak bergerak lagi.”

Dengan menghibur, ibu itu menjelaskan, “Sayang, tidakkah kamu tahu bahwa ikan tidak bisa hidup di lantai? Tuhan menciptakan ikan untuk hidup di air.”

Demikian juga dengan manusia, kita diciptakan untuk hidup dalam sebuah lingkungan yang khusus. Jika kita keluar dari lingkungan itu, kita bisa saja mati. Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dalam hadirat Tuhan, sama seperti waktu Adam dan Hawa masih berada di Taman Eden. Namun jika manusia keluar dari hadirat Tuhan itu atau hidup dalam dosa, manusia itu akan mati.

Satu-satunya cara untuk bisa masuk kembali dalam lingkungan hadiran Tuhan adalah melalui Yesus Kristus, Dialah jalan kebenaran dan kehidupan.

Berdoa Dengan Iman

Saat makan siang dengan beberapa teman, salah seorang dokter bedah bertanya kepada saya, “Dokter, operasi terhebat apakah yang pernah Anda lakukan?”

Saya bingung harus menjawab operasi yang mana. Saya sudah banyak melakukan operasi dan semuanya menuntut keahlian, kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Kemudian saya teringat pada operasi yang dijalani oleh gadis kecil yang hanya mempunyai harapan 10% saja untuk hidup.

Malam itu para perawat membawa seorang gadis kecil yang berwajah pucat masuk ke ruang operasi. Waktu itu pikiran saya sedang dipenuhi berbagai macam persoalan yang berat. Ketika para perawat sedang mempersiapkan pembiusan, gadis kecil ini bertanya kepada saya,

“Dokter, bolehkah saya menanyakan sesuatu?”

“Ya sayang, apa yang ingin kamu tanyakan?”

“Setiap malam sebelum tidur saya selalu berdoa. Sekarang sebelum operasi dimulai, bolehkah saya berdoa?”

“Baiklah anak manis, engkau memang harus berdoa. Jangan lupa berdoa juga untuk saya.”

Kemudian gadis kecil itu melipat kedua tanganya dan berdoa, “Yesus, Engkau gembala yang baik. Berkatilah domba kecil-Mu malam ini, dalam kegelapan, kiranya Engkau dekat denganku. Lindungi aku sampai datangnya sinar mentari esok pagi dan berkati pula dokter yang akan mengoperasiku.”

Setelah menutup doanya gadis kecil itu berkata, “Sekarang saya sudah siap Dokter.”

Mata saya berkaca-kaca melihat betapa besar iman yang dimiliki gadis kecil tersebut. Malam itu sebelum saya mulai operasi, saya berdoa, “Tuhan yang baik, Engkau boleh tidak membantuku dalam operasi yang lain, tapi kali ini bantulah aku untuk menyelamatkan gadis kecil ini.” Kemudian saya mulai mengoperasi gadis kecil itu dan keajaiban terjadi, dia disembuhkan.

Saat berpisah dan melepas gadis kecil itu untuk kembali ke rumah, maka saya sadar sesungguhnya sayalah ‘pasien’ yang menjalani operasi iman. Gaya hidup gadis kecil itu mengajarkan bahwa jika kita menyerahkan seluruh masalah dan beban hidup kita ke dalam tangan Tuhan, maka Dia akan memulihkan dan menolong kita.

Doa dan Iman!!! Membuat kita yakin bahwa Tuhan mampu memelihara dan menjaga harapan yang kita gantungkan kepada-Nya. Doa menjadikan iman sebuah kenyataan. Doa yang dinaikkan dengan iman akan menghapuskan kekuatiran di dalam hati kita, sehingga DOA itu akan mendatangkan mujizat. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu tetaplah berdoa dengan penuh keyakinan dan pengharapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 16 : 24

Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Sumber : jawaban.com

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”

“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”

Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara – perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan!!! Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir…

"Diriku lebih penting, lebih besar dari semua masalah yang ada"

"Keinginan Tuhan untuk membahagiakanku jauh lebih besar dari keinginanku sendiri."

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton : “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : “Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?”

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. “Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung.” Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras… dan “ting!” setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, “Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?”

“Begini,” jawab wanita itu, “Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku”.

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

“Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya”, demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut

BANYAK BERBUAT BAIK BISA MASUK SORGA ?

Masuk sorga karena perbuatan baik adalah sesuatu yang tidak mungkin.. sesuatu yang mustahil oleh sebab :

1. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa perbuatan baik tidak bisa menghapus dosa !!!!

"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus." (Galatia 2:16)

"sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus." (Galatia 2:21)


2. Manusia mustahil bisa berbuat baik..

Karena pada dasarnya manusia telah mengalami kerusakan total sejak kejatuhan manusia yang pertama ke dalam dosa.. Alkitab juga sudah jelas menyatakannya :

"Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata," (Kejadian 6:5)

"Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya."(Kejadian 8:21)

"Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat." (Mazmur 58:4)

"Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis." (Titus 1:15)

Karena Tuhan telah tahu secara pasti bahwa manusia ngak bisa selamat karena perbuatan baik.. maka Tuhan mau menyelamatkan manusia yang berdosa itu.. Lalu bagaimana caranya ???

Memasukkan manusia berdosa ke sorga gitu aja ???

Apa bisa manusia yang berdosa bersatu dengan Tuhan yang Maha Suci ???

bisa-bisa manusia hancur karena ngak tahan dengan "sinar kemuliaan" Tuhan..

Tuhan emang Maha Pengasih dan Maha Pengampun.. tapi Tuhan ngga mungkin memasukkan orang berdosa ke sorga gitu aja.. tanpa ada yang membayar dosa-dosanya.. karena selaen pengasih dan pengampun,

Ia juga Tuhan yang adil.. Tuhan tetap harus adil.. Tuhan tetap harus menjatuhkan hukuman pada manusia.. tetapi Tuhan juga ingin manusia bisa terhindar dari hukuman tersebut..

Jadi, harus ada seseorang yang menjadi pengganti untuk menerima ato memikul hukuman dari Tuhan tersebut.. Terus siapa yang jadi gantinya ??? Apa manusia biasa ??? Itu sangat tidak mungkin, karena semua manusia telah berdosa.. sehingga tidak mungkin memikul hukuman untuk orang lain.. Terus siapa lagi dong sebagai gantinya ??? Seorang malaikat ??? Kalo seperti itu ceritanya, maka Tuhan lebih tidak adil lagi.. karena manusia yang berdosa, kok malaikat yang dihukum.. Satu-satunya cara adalah Tuhan sendiri yang harus menebus dosa-dosa itu.. membayar semua hutang dosa itu..

Karena "upah dosa ialah maut" (Roma 6:23), sedangkan Tuhan ngga bisa mati.. maka Tuhan harus menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus.. supaya Ia bisa mati untuk menebus dosa-dosa kita !!!

"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian." (Yesaya 53:4-6)

"Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." (2 Korintus 5:15) -----

Karena YESUS sudah susah payah buat kita.. mati buat kita.. menjadi pengganti kita.. maka sekarang untuk selamat ato masuk sorga, kita ngga perlu melakukan apa-apa.. HANYA PERCAYA dan BERIMAN KEPADA YESUS !!!!

"Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat." (Roma 3:28)

"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus." (Galatia 2:16)

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." (Efesus 2:8-9) -----

Berbuat baik sudah menjadi kewajiban buat orang yang telah diselamatkan.. sebagai bukti iman telah diselamatkan (terus ada perubahan hidup ke arah yang baik ato positif)..

Karena orang yang telah percaya pasti menerima Roh Kudus (Yohanes 7:38-39 dan Efesus 1:13-14), yang akan menampakan buah-buah Roh dalam hidupnya (Galatia 5:22-23)..

Jadi.. yang benar adalah ; DISELAMATKAN agar kita mampu beramal sebanyak-banyaknya.. berbuat baik sebanyak-banyaknya.. berbagi kasih sebanyak-banyaknya dengan sesama..

BUKAN DENGAN KONSEP ; beramal sebanyak-banyaknya.. berbuat baik sebanyak-banyaknya.. berbagi kasih sebanyak-banyaknya dengan sesama.. agar mengganti banyak dosa yang ada.. agar bisa DISELAMATKAN.. agar bisa masuk sorga !!! (^_^)