Jumat, 08 April 2011

NAZARETH: RERUNTUHAN RUMAH PADA MASA YESUS DI TEMUKAN


Hari minggu, beberapa hari sebelum natal. para arkeologi menemukan Rumah yang diperkirakan pada masa kecil Yesus - di kota Nazareth dengan perkakas yang digunakan pada masa Yesus atau masa Perjanjian baru.

Diperkirakan ada sekitar 50 rumah dekat reruntuhan yang ditemukan yang ukurannya 1,6 hektar. Ini menunjukan populasi bangsa yahudi yang ingin berkamuflase dan tersembunyi dari tentara romawi pada masa itu seperti yang dikatakan arkeolog Yardena Alexandre, excavations director at the Israel Antiquities Authority.

“Reruntuhan rumah yang dibuat dari tanah liat dan kapur dan bentuknya yang sangat sederhana menunjukan bahwa ”keluarga kelas bawah yahudi’ yang hidup di rumah ini” Alexandre menambahkan. Para arkeolog harus hati – hati mengangkat reruntuhan dinding untuk mencari artifak yang menjelaskan tentang kondisi rumah dan zaman rumah itu sendiri.



Nama Nazareth mempunyai arti tersendiri dalam kekristenan, sebab dipercaya bahwa Yesus menghabiskan masa kanak-kanak dan bertumbuh dewasa di Nazareth, juga tempat dimana maria ibu Yesus mendapat kabar dari Gabriel bahwa Dia akan mengandung anak Allah.


“Ini adalah tempat yang mungkin sangat dikenali Yesus, Yesus muda mungkin bermain-main disekitar rumah yang sudah menjadi reruntuhan ini bersama saudara dan teman-teman sebaya-Nya.” Kata Alexander. Itu adalah alasan yang masuk akal tentu saja.
Dan hal yang menggembirakan sebagai kado natal sebab sangat dekat dengan perayaan natal.
“Manusia mungkin tidak dapat berkata-kata kepadaita tentang zaman lampau, tetapi batu-batu ini berbicara kepada kita” kata father jack karam sambil tersenyum ketika ditemui dekat Basilica of the Annunciation, tempat dimana maria bertemu dengan malaikat Gabriel.

Bagaimanapun, Tentara roma tidak terlalu lama berperang di kota Nazareth sebab kota kecil ini tidak terlalu strategis pada masa itu. Tentara roma lebih tertarik ke kota-kota besar pada masa itu.
Alexander juga menambahkan bahwa Gua seperti ini juga ditemukan di galilea di daerah yang dikenal dalam injil yaitu cana (Peristiwa air menjadi anggur), dimana terjadi pertempuran antara Romawi dengan bangsa yahudi.

Arkeolog juga menemukan di galilea kendi dari tanah liat yang sama juga ditemukan di Nazareth ini, yang sering di gunakan bangsa yahudi pada masa itu untuk membawa air, makanan didalamkendi tersebut.
Dengan penemuaan ini membuat kita dapat memperkirakan zaman Yesus, juga zaman akhir Hellenic, awal pemerintahan romawi dari 100 SM sampai dengan 100 M. Kata Alexander.
Tidak ada kendi dari bahan gelas atau bahan mewah hasil import dari luar menunjukan bahwa Keluarga yang hidup di sini adalah keluarga sederhana tetapi dari penemuan ini belum dapat di ketahui apakah keluraga yang mendiami rumah ini adalah pedagang atau petani, atau juga tukang kayu seperti Yusuf, ayah Yesus.


Artifak yang sudah pernah ditemukan di nazareth dari zaman yesus adalah Gua pemakaman, yang letakya di luar dusun atau Desa/kota Nazareth. Jadi penemuan ini sangat menggembirakan, juga menjawab kritikus yang mengatakan bahwa nazareth pada masa Yesus tidak di huni dan tak berpenghuni.
Dengan ditemukan reruntuhan desa di nazareth, kita dapat membayangkan bagaimana sosok Yesus yang tumbuh dewasa dari bayi sampai remaja, membantu ayahnya Yusuf, bermain-main bersama teman-teman. (BTW, kira2 pas remaja Yesus nakal ga ya ???)

“Penemuan dan penggalian pada masa sekarang sangat menggembirakan khususnya untuk orang Kristen, Bagi saya itu adalah hadiah yang besar” kata Karam.
Benar juga, sebab Gereja Kristen kuno Abad ke 3-4 Masehi juga ditemukan di Megiddo secara tidak sengaja saat sebuah penjara di renovasi.

Konstruksi rumah Pada Zaman Yesus



Berikut ini, rumah dan fungsi rumah pada Zaman Yesus. Bagaimana kondisi rumah dan penghuni Rumah juga kondisi rumah itu sendiri yang mendukung aktivitas penghuninya.



Lantai Rumah
Rumah pada Pada zaman disesain dengan lantai Utama diikuti dengan ruangan lain berupa kamar dibelakangnya. Rumah model ini (ruangan kecil) sangat jauh dari standar modern sekarang dengan banyak jendela. Rumah zaman dahulu dengan ruangan berukuran kecil dan umumnya tanpa jendela.

Ruangan terbuat dari ranting atau jerami yang dicampur dengan tanah liat yang dihaluskan dengan penghalus batu.

Atap dan halaman
Tangga kayu digunakan untukmenjakau bangunan atap atau lantai berikut dari bangunan tersebut.
Ruangan didalam sangat kecil dan gelap sehingga halaman dan atapmenjadi tempat yang sangat penting dari rumah, digunakan sebagai tempat menjemur berbagai bahan panen dan juga mempersiapkan makanan. Atap rumah juga dapat digunakan untuk tidur selain untuk mengeringkan bahan makanan dan menjemur bahan tekstil lihat Yosua 2:6
Tetapi perempuan itu telah menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu.

Pada awalnya, bangsa yahudi memperkenalkan penggunaan kolam yang munkin dibangun diatap rumah seperti pada masa pemerintahan Raja daud dalam 2 samuel 11:2-4, ketika Daud sedang berjalan-jalan diatas rumahnya dan melihat seorang perempuan berparas Elok sedang mandi. Jadi mungkin saja daud sedang melihat perempuan yang sedang mandi diatap rumahnya perempuan itu dikenal dengan nama Batsyeba.

2 Samuel 11:2-4
11:2Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
11:3Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: "Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu."
11:4Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

Sedangkan halaman pada masa abad ke 1 :
Kolam/Kendi untuk menampung air yang digunakan untuk membersihkan dan berbagai macam ritual lainnya baik Pria maupun wanita.
Tungku untuk memasak dari batu dan juga ofen
Batu atau tanah liat yang digunakan untuk menggiling
Area tertutup untuk bekerja dan berbicara
Kandang dalam keadaan tertutup, manusia hidup satu rumah degan Hewan peliharaaan nya.
Untuk area luar rumah adalah tujuannya saling bersosialisasi dan beraktivitas dengan tetangga atau warga lain.

Dekorasi dan Furnitur
Dengan dinding sebelah dalam telah selesai dibangun dengan tanah liat halus atau semacam plester halus pada dinding, kemudian dinding rumah bisa dihias dengan lukisan, biasanya menjadi lebih rumit dekorasinya untuk kalangan berada atau orang kaya, sedangkan hiasan sederhana untuk rakyat biasa. Bangku lebar dari bata atau batu untuk duduk dan juga tidur juga rak untuk penyimpanan biasanya sudah tersedia pada rumah di zaman ini




Dengan standar Modern, Inilah Rumah kuno Di palestina dengan segala perabotannya ini, Dengan duduk dilantai pada saat makan dibanding duduk pada kursi dan meja untuk makan. Tidur pada tikar berlapus yang dibagian bawahnya sudah di isi jerami atau dalamnya di isi dengan jerami. Meja, Sofa dan Tempat tidur hanya digunakan untuk kalangan Raja atau orang kaya.

Yusuf dari Nazareth atau orang tua Yesus yang seorang Tukang kayu pasti telah membangun rumah model ini, untukkehidupan Yesus dan adik-adik-Nya, untuk desa kecilmacam Nazareth tidak terdapat banyak furniture.





Sumber Text Book:
http://artikel-kristenjhony.blogspot.com/

Kain kafan Turin : Milik Yesus ?

Menurut Roma – Vatikan bahwa kain Text pada Kain Kafan merupakan kain Kafan Milik Yesus pada saat Dia dimakamkan. Klaim ini dikatakan dalam sebuah buku yang di tulis oleh sejarahwan Barbara Frale yang mendapat tanggapan skeptis dari para ilmuwan. Para Ilmuwan mengatakan bahwa kain kafan tersebut berasal dari awal abad pertengahan. Sebab dengan penelitian Carbon pada tahun 1988 bahwa kain kafan ini berasal dari abad pertengahan. Tetapi penelitian lain menunjukan bahwa bahan kain kafan tersebut juga terdapat bahan yang berasal dari abad ke satu atau mungkin lebih tua dari kekristenan atau zaman kekristenan sendiri.

Ms. Frale, Meneliti Arsip di Vatikan mengatakan bahwa, dia menggunakan Komputer untuk mengartikan Gambar samar atau symbol dari bahasa Yunani, latin, dan Aramic yang tergambar sepanjang kain kafan tersebut.






Barbara Frale mengatakan bahwa kalimat yang muncul adalah “Jesus Nazarene” dalam bahasa Yunani, membuktikan bahwa Text tersebut bukan berasal dari abad pertengahan sebab belum ada kekristenan pada masa itu, bahkan jarang orang memakai nama “jesus dari Nazareth yang menunjukan asalnya.Gambar kain kafan itu menunjukan wajah lelaki, lengkap dengan darah yang keluar dari kaki dan tangan, dan yang percaya mengatakan gambar Yesus tercetak pada kain tersebut pada waktu Dia bangkit.Artifak berupa kain kafan tersebut sekarang milik Roma – vatikan dan Di Pamerkan di Turin pada Sebuah Cathedral

Pandangan yang meragukan dari penelitian karbon pada tahun 1988 menunjukan bahwa kain kafan tersebut berasal dari abad ke 13 dan 14.Tetapi ketika Ms. Frale menguraikan kata-kata dari gambar dan menunjukan kepada para ilmuwan, Bahwa gaya penulisan berasal dari Abad ke satu atau Zaman Yesus. Dia percaya bahwa Tulisan ini di tulis pada dokumen oleh pekerja atau pembuat kain yang menutupi seluruh tubuh yang merupakan tradisi penguburan pada masa itu. “Bahan logam dalam tinta yang digunakan pada masa itu adalah untuk menulis pada kain lenan”, kata Ms Frale. Dia mengatakan bahwa Tulisan juga mengkonfirmasi Injil tentang “Keberadaan Yesus”, “Sedangkan Fragmen dalam bahasa Yunani di baca:”Dipindahkan pada jam sembilan” menunjukan waktu kematian Yesus dalam kitab suci, sebelum dipindahkan”. Lanjut Ms Frale

“Saya mencoba untuk Obyektif dan mengesampingkan pandangan rohani,” Ms. Frale mengatakan kepada Pers. “Apa yang dipelajari adalah dokumen kuno dan sertifikat tentang eksekusi dengan waktu dan tempat yang spesifik.”

Ms. Frale saat ini tidak berada Di Italy dan melanjutkan penelitiannya tentang “Knights Templar” dan Meneliti Dokumen yang tidak dipublikasikan oleh Group pengelola arsip di vatikan.
Tetapi buku terakhirnya, “The Shroud of Jesus Nazarene” dalam bahasa Italia telah diterbitkan dan menimbulkan keraguan diantara beberapa ahli.

“Orang bekerja dengan Foto yang tua dan berpikir mereka telah menemukan sesuatu”. Kata Antonio Lombatti, Sejarahwan Gereja yang menulis buku tentang kain Kafan. “Itu adalah hasil Imajinasi dari Sebuah Programe Komputer.”
"Mereka wajah pada kain tersebut adalah suatu kesalahan", kata Luigi Garlaschelli Seorang Profesor Kimia dari University of Pavia. Dia mengatakan bahwa Teori tentang tinta dan Logam harus di tes dengan analisis tentang kain itu juga.

Debat seputar kain Kafan Turin tidak akan pernah habis. Bulan lalu (November 2009), vatikan mengatakan bahwa mereka menemukan tulisan pada kain kafan yang mengatakan : ‘Jesus Nazarene’, yang oleh vatikan di yakini sebagai kafan milik Yesus.


Barbara Frale mengatakan hasil photography dengan analisis computer pada kain kafan turin menunjukan kata dalam bahasa yunani (samar – samar), juga dalam bahasa aramik dan latin yang menyebabkan KAIN KAFAN TURIN oleh Vatikan di anggap otentik.



Kain Kafan Pada Wajah Tuhan Yesus Akan Dipamerkan

detail_img


Sehelai kain di Manoppello, Italia, yang dirahasiakan selama berabad-abad dan hanya baru-baru ini dimunculkan, menggambarkan kebangkitan Kristus dengan suatu cara yang lain, dan ini akan mengubah dunia, kata sejarawan dan penulis, Paul Badde. Badde, yang menulis “The Face of God: The Rediscovery of the True Face of Jesus” (Ignatius Press), mengatakan kepada bahwa kain itu mengandung banyak citra tentang Kristus Sang Kebangkitan.

Badde yang juga wartawan dan sejarawan, serta editor surat kabar Jerman “Die Welt,” mencatat bahwa kain itu memberi banyak gambaran tentang apa yang ditulis Paus Benediktus XVI dalam buku terbarunya, “Jesus of Nazareth Part II.” Kenyataannya, Paus mengunjungi tempat kain itu disimpan di Manoppello sebagai salah satu perjalanan pertamanya setelah menjadi paus. Menurut Badde wajah Allah telah menjadi bahan meditasinya selama beberapa dasawarsa.

Beberapa orang mengatakan bahwa Kain Manoppello itu merupakan kain yang dipakai Veronica, dan kain tersebut memiliki gambar wajah Yesus sebelum PenyalibanKain ini memiliki banyak nama dalam 2000 tahun terakhir – namun kekhasannya yang unik tetap sama. Sesungguhnya kain ini semacam “serbet” atau “sapu tangan” (dalam bahasa Yunani: soudarion). Dalam penemuan makam kosong oleh St. Petrus dan St. Yohanes, St. Yohanes Penginjil melaporkan tentang apa yang mereka lihat yaitu kain kafan (milik Yusuf dari Arimatea) “terpisah” dari kain peluh semacam “serbet” yang dipakai untuk meletakkan kepala ketika Yesus dimakamkan (Lht Yoh 20:6-7).

Kain ini dijaga sedemikian rahasia – bersama dengan Kain Kafan dari Turin – oleh komunitas pertama dari Para Rasul di Yerusalem, karena segala sesuatu yang berasal dari kuburan itu dipandang kotor dalam Yudaisme (agama Yahudi). Dan begitulah kerahasiaan itu berlangsung berabad-abad.

Source : Berbagai Sumber/DPT

Gambar Foto yang Diduga Wajah Tuhan Yesus Ditemukan

detail_img


Departemen Purbakala Yordania mengatakan bahwa sebuah gambar foto yang ditemukan di sebuah gua dekat Laut Galilea, Yerusalem diduga adalah gambar wajah Tuhan Yesus. Didalam imaji yang diproyeksikan telah berumur tua tersebut seorang pria terlihat memakai mahkota berduri. Mahkota yang terpasang pada kepala Tuhan Yesus ketika proses penyaliban terjadi.

Gambar foto tersebut terdapat didalam sebuah buklet yang merupakan bagian dari 70 buku yang ditemukan. Rata-rata ketebalan buku tersebut mulai 5 sampai 15 halaman. Foto itu sendiri ukurannya sedikit lebih kecil ketimbang kartu kredit. Jika dapat dibenarkan bahwa itu gambar Tuhan Yesus, alhasil itu merupakan foto Tuhan Yesus pertama yang ditemukan dalam 2.000 tahun.

Beberapa pihak dan kalangan pun segera angkat bicara atas penemuan ini. Para ahli sejarah meyakini foto itu dibuat oleh pengikut Yesus beberapa dekade setelah penyaliban. Hal itu diyakini karena salah satu bab tulisan di dalam buklet Yesus itu berjudul “Penyelamat Bangsa Israel” yang tertulia dalam bahasa Ibrani kuno.

Direktur Departemen Purbakala Yordania Ziad al-Saad pun meyakini bahwa buklet-buklet itu merupakan penemuan penting dalam sejarah arkeologi yang dibuat oleh para pengikut Tuhan Yesus tidak lama setelah ia disalib. “Mungkin ini penemuan paling penting dalam sejarah arkeologi,” katanya.

Source : DailyMail/DPT

Museum Inggris Segera Pamerkan Handuk Tuhan Yesus

detail_img


Sebuah benda arkeologi berupa kain handuk yang dipercaya pernah dipakai untuk menyeka wajah Tuhan Yesus direncanakan akan dipamerkan pada Juni mendatang pada sebuah Museum di Ibu Kota London, Inggris. Benda bersejarah yang kontroversial ini diyakini akan mendongkrak jumlah pengunjung untuk mendatangi museum.

Dirilis DailyMail, handuk yang dikenal dengan nama Mandylion of Edessa itu hingga kini masih menjadi bahan perdebatan yang sengit di kalangan ahli sejarah dan purbakala. Beberapa ahli menyebut handuk itu tiruan dari aslinya yang dibuat sekitar tahun 400 Masehi. Meski begitu, handuk yang selama ini disimpan di kapel pribadi Paus di Vatikan tersebut dinilai pimpinan musem sebagai barang luar biasa.

Walau kontroversial namun handuk ini pantas diapresiasi karena nilai, waktu serta cerita bersejarah yang menyertainya. Setidaknya hal itulah yang diungkapkan oleh salah satu kurator museum Inggris James Robinson. James berpendapat bahwa dahalu handuk ini nilainya pasti tinggi layaknya kaus berkeringat yang telah dikenakan pesepak bola tersohor saat ini, David Beckham. “(Handuk) itu sebuah barang biasa telah dibuat secara luar biasa oleh seseorang yang mengaku berhubungan dengan itu,” ujarnya.

Cerita yang menyertai perjalanan handuk inipun demikian sederhana dan berkesan. Dipercaya bahwa Raja Agbar dari kerajaan Edessa, Turki memerintahkan seorang pelukis untuk membuat sebuah gambar potret Tuhan Yesus. Namun ia terpesona oleh Tuhan Yesus yang dijadikan sebagai obyek lukisan sehingga tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya. Karena itulah Tuhan Yesus lalu diceritakan menyeka mukanya dengan sepotong kain dan menyerahkan itu kepada sang pelukis. Wajah Tuhan Yesus akhirnya tergambar di kain itu.

Dengan kain handuk itulah mukjizat terjadi dan Raja Agbar yang menderita kusta dapat disembuhkan. Ingin mengetahui sosok Tuhan Yesus berikut dengan rencana dan mukjizatnya? Silahkan lihat disini.

Source : Jawaban.com / DPT

Kamis, 07 April 2011

DALAM ROH ANDA

Yohanes 16:4b-15; Amsal 20:27

“………Roh Kebenaran…… akan memberitakan [menunjukkan] kepadamu hal-hal yang akan datang” (Yohanes 16:13).

Kata "memberitakan" atau "menunjukkan" dalam bahasa Yunani adalah anaggello artinya "menyatakan” atau “mengumumkan." Salah satu pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan pemercaya adalah memberitakan hal-hal yang akan datang. Ya, Roh Kudus siap untuk memberitakan masa depan [rencana Allah bagi] Anda. Dia tahu apa yang akan terjadi dengan pekerjaan Anda. Dia tahu apa yang akan terjadi dengan pernikahan dan pelayanan Anda. Sebab Dia adalah Allah Maha-Tahu.

Di mana Anda bisa mendapatkan informasi tentang masa depan pelayanan, pekerjaan, pernikahan dan kehidupan Anda? Di dalam roh Anda! Mengapa? Sebab Roh Kudus yang memberitakan hal-hal yang akan datang tinggal di dalam roh Anda yang baru. Kita tahu bahwa Allah berkomunikasi dengan kita bukan dengan jiwa atau tubuh Anda tetapi dengan roh kita yang baru. "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya" (Ams. 20:27). "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Rm. 8:16).

Karena informasi tentang masa depan Anda telah Allah sampaikan melalui roh atau hati Anda yang baru, maka tugas Anda adalah mendengar dan peka terhadap pimpinan dan suara Roh Kudus yang ada di dalam roh Anda. Bagaimana supaya kita bisa peka terhadap suara Roh Kudus sehingga kita bisa mengerti rencana Allah? Berdoa di dalam roh! Maksudnya berdoa dalam bahasa roh? Ya!

Dengan berdoa dalam bahasa roh secara pribadi, Anda mendapatkan dua hal penting:

pertama, pikiran Anda akan tenang sehingga Anda bisa dengan jelas mendengarkan apa yang dikatakan Roh Kudus di dalam roh Anda;

kedua, saat Anda berdoa dalam bahasa roh sebenarnya Anda sedang berkata-kata tentang masa depan atau rencana Allah atas hidup Anda kepada Bapa agar Dia mewujudkannya. Atau berdoa dalam bahasa roh juga berarti Anda sedang mempersiapkan masa depan Anda menjadi kenyataan. Sebab Roh Kudus yang Maha-Tahu itulah yang memberikan perkataan-perkataan tersebut. Haleluya!

Jangan lagi takut dengan masa depan Anda. Allah sudah merencanakan masa depan yang penuh dengan harapan. Dia telah siap untuk mewujudkannya. Oleh sebab itu adakan waktu untuk menyendiri dengan Roh Kudus. Dengarkanlah apa yang dikatakan-Nya di dalam roh Anda. Sekali Anda mengetahui rencana Allah, kehidupan Anda pasti akan lebih bergairah dan menyala-nyala.

Renungan

Berjalanlah bersama dengan Roh Kudus maka Anda akan melihat hal-hal yang datang menjadi kenyataan dalam hidup Anda. Dia adalah Roh Kebenaran. Tidak ada dusta pada-Nya.

Masa depan Anda ditentukan oleh ketaatan Anda pada suara-Nya.